Jakarta – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyampaikan dalam ceramah berupa pernyataan bahwa penikmat drama Korea adalah bagian dari kafir. Pernyataan tersebut ramai diperbincangkan dan mendapat sorotan dari warga net.

Pimpinan Komisi VIII DPR beranggapan bahwa pernyataan yang disampaikan UAS kurang tepat.

“Kurang tepat menempatkan soal kafir mengkafirkan dalam konteks menilai budaya,” kata Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily kepada wartawan.

Ace, selaku Politikus Partai Golkar berharap agar tidak mudah mengkafirkan sesuatu yang belum memiliki rujukan. Ace menjelaskan bahwa terminologi kafir tidak tepat digunakan dalam konteks budaya.

“Jangan mudah untuk mengkafirkan sesuatu yang belum memiliki rujukannya. Sepengetahuan saya, kata kafir sebagai terminologi agama tidak tepat diletakkan dalam konteks menilai budaya tertentu. Apalagi ini hal yang menyangkut budaya pop, seperti film Korea,” ujarnya.

Ace beranggapan bahwa yang seharusnya dilakukan adalah menumbuhkembangkan budaya Indonesia dan tidak mengkafirkan budaya lain.

“Di era globalisasi ini, kita memang sedang mengalami proses penetrasi budaya melalui film dari berbagai negara, termasuk dari Korea Selatan dan negara-negara lainnya, seperti Hollywood dari Amerika Serikat, Bollywood dari India, dan lain-lain. Apakah juga artinya kita juga harus mengkafirkan masuknya film-film tersebut?” tutur Ace. (NRY-harianindo.com)