Jakarta – Pemprov DKI Jakarta telah resmi memberlakukan perluasan sistem ganjil genap dengan total 25 ruas jalan yang diatur mulai Senin (09/09/2019) kemarin. Meskipun kebijakan tersebut sempat diadakan tahap sosialisasi sejak 12 Agustus 2019, rupanya masih saja ada pengemudi mobil yang terkena tilang.

Ferry adalah salah satu pengemudi yang ditilang oleh polisi lantaran melanggar aturan ganjil genap di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Warga Tangerang itu mengatakan bahwa dirinya lebih memilih untuk membeli mobil baru daripada harus mengandalkan kendaraan umum untuk menyiasati sistem ganjil genap.

“Siasatnya ya beli mobil satu lagi, kalau angkutan umum tidak efektif, lebih memilih naik kendaraan pribadi karena lebih cepat aja,” kata Ferry pada Senin (09/09/2019).

Sama seperti Ferry, Hasta Mulyawan juga mendapat surat tilang dari Polantas lantaran mengendarai mobil pelat genap pada tanggal ganjil. Hasta beralasan bahwa dirinya membutuhkan mobil pribadi untuk mengangkut barang jualan. Ia juga mengaku tak bisa mengandalkan angkutan umum.

“Saya wirausahawan, bawa barang ke mana-mana jadi tidak bisa naik angkutan umum juga,” ungkap Hasta.

Baca Juga: Terobos Kawasan Ganjil Genap, Ratusan Polisi Kena Tilang

Tak hanya warga Jakarta, pengemudi yang berasal dari luar Jakarta pun juga sempat dihentikan oleh polisi lantaran melanggar ganjil genap. Samsul adalah pengemudi asal Serang, Banten, yang berencana mengambil barang angkutan di Jakarta untuk pertama kalinya.

Samsul beralasan bahwa dirinya tidak tahu-menahu perihal sistem ganjil-genap. Sebagai warga luar Jakarta, Samsul tidak mendapat toleransi dari petugas sehingga langsung ditilang begitu saja.

“Tidak tahu ada aturan begitu, kalau boleh saran sebaiknya petugas berikan peringatan dulu jangan main tilang saja,” kata Samsul.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu mengatakan bahwa penerapan sistem ganjil genap di Jakarta dimaksudkan sebagai pendorong masyarakat agar mau menggunakan transportasi umum.

“Selain lalu lintas lancar karena volume kendaraan pribadi berkurang, polusi juga ikut berkurang,” ujar Benhard. (Elhas-harianindo.com)