Jakarta – Platform e-commerce asal Indonesia, Bukalapak, dikabarkan memberlakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya. Tak tanggung-tanggung, menurut kabar yang beredar terdapat lebih dari separuh total karyawan startup unicorn tersebut yang tak lagi dipekerjakan.

Berdasarkan penuturan dari seorang karyawan yang terkena PHK, disinyalir bahwa keputusan perusahaan yang didirikan oleh Achmad Zaky tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi perusahaan.

“Ya, biasa katanya efisiensi. Orang taunya adem ayem aja, itu kan keliatannya doang,” kata sumber yang memilih untuk anonim tersebut. 

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa divisi yang ia tempati semula berisi ratusan karyawan. Namun kini hanya tersisa sebagian saja.

Sumber lain mengatakan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan keinginan Bukalapak yang ingin mendapatkan peningkatan laba. Tak hanya efisiensi, Bukalapak juga menerapkan monetisasi pada sejumlah divisi kerjanya.

Berdiri pada tahun 2010, Bukalapak merupakan perusahaan startup yang bergerak di bidang e-commerce. Pada tahun 2017, Bukalapak bersama tiga startup lainnya mendapat gelar unicorn berkat nilai kapitalisasi perusahaan yang telah melebihi angka US$ 1 miliar. Hingga saat ini, masih belum ada keterangan resmi dari pihak Bukalapak terkait kabar PHK tersebut. (Elhas-harianindo.com)