Jakarta- Grab diwacanakan sedang melakukan pembicaraan untuk melakukan penggabungan (merger) perusahaan uang elektronik OVO dengan DANA untuk menyaingi usaha uang elektronik milik Gojek yakni Gopay.

Dikutip dari Reuters, Rabu (11/09), penggabungan tersebut akan dilakukan Grab dengan membeli saham mayoritas DANA yang selama ini digenggam oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) sebelum menggabungkannya dengan OVO. Menurut salah satu sumber, langkah tersebut masih dalam tataran tahap awal sehingga masih belum ada penjelasan secara detail.

“Ini merupakan pertarungan antara Grab dan Gojek,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini, sumber tersebut enggan mengungkapkan nilai akuisisi saham DANA yang akan dilakukan Grab. Menurut Finance Asia, saat ini OVO memiliki valuasi sebesar US$2,9 miliar, sementara belum ada data terkait valuasi DANA.

Selain itu, pembicaraan mengenai struktur kepemilikan masih perlu untuk dibahas lagi dengan Bank Indonesia lantaran ada batasan kepemilikan asing di dalam sistem pembayaran digital. Saat ini, Grab disokong pendanaan oleh Softbank, sementara DANA disokong oleh Ant Financial Services Group yang dulunya bernama Alipay.

Nilai kepemilikan Grab di OVO sendiri sampai saat ini masih belum diketahui. Namun, sumber tersebut mengungkapkan bahwa jumlah saham yang dimiliki perusahaan asal Singapura tersebut cukup besar di OVO.

Sumber itu menambahkan bahwa CEO Softbank Masayoshi Son memberikan dukungan terhadap kebijakan tersebut. Adapun, rencana ini sempat didiskusikan Son bersama beberapa pejabat pemerintah kala melawat ke Indonesia pada Juli silam.

“Son menyatakan ketertarikannya,” lanjutnya.

Sejauh ini, pihak Grab dan OVO masih enggan untuk buka suara terkait dengan hal tersebut. Sementara DANA tidak mau melontarkan komentar apapun terkait rumor yang belum bisa diketahui kebenarannya.

Rencana ini membuat persaingan keuangan digital di Indonesia makin meningkat mengingat sektor ekonomi digital di Indonesia tengah berkembang dengan potensi pasar yang cukup besar yakni 260 juta penduduk.

Ini juga menjadi bukti babak baru persaingan antara dua perusahaan rintisan skala besar Grab dan Gojek, yang masing-masing saat ini memiliki valuasi aset sebesar US$14 miliar dan US$10 miliar. (Hr-harianindo.com)