Jakarta – Putra sulung Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, Ilham Akbar Habibie mengharapkan bahwa pesawat R80 yang dirancang ayahnya bisa betul-betul dapat diwujudkan.

Pesawat ini didesign Habibie pada 2013 lalu dan jadi mimpi yang belum terwujud Presiden ke-3 RI tersebut.

“Mimpi yang belum terealisasikan saya kira jelas itu,” kata Ilham kepada awak media selepas upacara pemakaman Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/09/2019).

“Bapak Jokowi menyampaikan hal terkait peberbangan perdana N250 pada 10 Agustus 1995, yang sampai hari ini kita rakyat sebangsa masih merayakannya sebagai Hari Teknologi Nasional. Tentu kita tidak ingin, N250 hanya sebagai museum yang kita hanya melihat, memandang, tapi tidak ada manfaat buat kita”, terangnya.

Ilham menjelaskan bahwa ayahnya memiliki ambisi yang besar untuk menciptakan pesawat untuk Indonesia, lantaran negara ini begitu luas dan dijejali belasan ribu pulau.

“Sangat banyak diperlukan pesawat. Saya kira itu jelas, bukan karena hobi Bapak. Dalam hal ini, Bapak sudah mulai dan menciptakan 1 pesawat baru yang belum tuntas, namanya R80. Itu salah satu contoh yang masih perlu dan mesti kita wujudkan bersama,” ungkap Ilham.

“Karena itu cita-cita Bapak dan merupakan cita-cita semua, bangsa kita ini. Itu satu contoh (mimpi Habibie yang belum tercapai),” tambahnya.

Sebelum tutup usia, BJ Habibie sempat merancang pesawat untuk Indonesia.

Perusahaan yang ia dirikan, Regio Aviasi Industri, tengah menggarap proyek pesawat bernama R80. Rencananya pesawat ini diproduksi massal pada 2024. Habibie memperkenalkan rancangan pesawat ini pada 2013.

“Yang kami butuhkan adalah dukungan pemerintah untuk financing bagian Indonesia. Bagian swasta dan luar negeri, mereka akan ikut kalau dari pemerintah ikut menyumbang dalam arti mengatakan ‘silakan’ karena industri pesawat terbang seperti Boeing dan Airbus dapat bantuan yang sama,” jelas Habibie kepada Jokowi saat menunjukkan miniatur R80.

Uniknya, Habibie juga menghimbau kepada masyarakat untuk patungan membangun pesawat tersebut dengan menggalang dana melalui Kitabisa.com. Target awal penggalangan dana ini adalah Rp 5 miliar.

Angka itu memang jauh dari kebutuhan pembuatan prototipe pesawat R80 yang diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Total kebutuhan dana untuk skala industri bahkan Rp 20 triliun. Namun, angka tersebut diperkirakan cukup sebagai modal awal yang digunakan. (Hr-harianindo.com)