Jakarta – Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) menyusahkan banyak masyarakat. Kabut yang ditimbulkan berdampak buruk bagi Malaysia dan Singapura. Bahkan saat ini, kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan telah merembet sampai ke Thailand.

Kabut asap dari Indonesia mempengaruhi kesehatan bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand selatan.

Kualitas udara di Singapura berada pada level tidak sehat akhir pekan lalu karena kabut asap tersebut.

Lebih dari 300 sekolah di Malaysia ditutup pada akhir pekan lalu, setelah Indeks Standar Pencemar Udara (API) di sana mencapai tingkat yang sangat tidak sehat.

Tepat di Indonesia jarak pandang yang sangat terbatas. Banyak penerbangan kemudian dibatalkan dan sekolah diliburkan.

Pekan lalu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), diturunkan guna memerangi karhutla. Data BNPB menunjukkan bahwa terdapat 2.862 titik api di seluruh Indonesia, lalu menurun ke angka 2.583 pada Senin (16/9/2019), dengan hutan dan lahan yang terbakar seluas 328.724 hektar hektare.

Data polusi AirVisual IQAir menunjukkan bahwa Kuching dan Kuala Lumpur di Malaysia, Hanoi di Vietnam, serta Jakarta termasuk dalam daftar 10 kota di dunia dengan kualitas udara yang paling buruk. (NRY-harianindo.com)