Rusia – Kepolisian Rusia telah menangkan seorang dukun bernama Alexander Gabyshev. Seorang dukun tersebut berasal dari Siberia. Seperti diketahui, sebelumya dukun tersebut telah melakukan ikrar akan menggulingkan Presiden Vladimir Putin dengan melakukan aksi jalan kaki ke Moskow.

Aksi dukun tersebut sempat menjadi topik hangat beberapa media di Rusia. Ikrar yang diucapkan Gabyshev mulai direalisasikan pada Maret 2019 dengan memulai perjalanannya menempuh lebih dari 8.000 kilometer dari kampung halamannya di Yakutia menuju Moskow guna menemui Putin yang disebutnya “roh jahat”.

Pihak kepolisian wilayah Buryatia telah mmebekuk seorang pria di sebuah jalan raya di Siberia. Penangkapan itu dilakukan karena pria tersebut dituduh terlibat aksi kejahatan di Yakutia. Kepolisian Buryatia akan menyerahkan pria itu ke pihak berwenang di Yakutia.

Di sisi lain, penangkapan tersebut memunculkan protes dari pegiat hak asasi manusia, Amnesty International. Amnesty mengutuk keras penangkapan Gabyshev di wilayah timur Siberia.

“Aksi Balian itu mungkin eksentrik, tetapi sikap kepolisian Rusia (yang menahan Gabyshev, red) tidak dapat diterima,” kata Direktur Amnesty International Rusia, Natalia Zviagina. (NRY-harianindo.com)