Tel Aviv – Kawasan Palestina di Tepi Barat mulai Senin (23/09/2019) tidak mendapat pasokan listrik secara penuh dari Israel lantaran menunggak. Perusahaan Listrik Nasional Israel (IEC) memutus sebagian jaringan listrik lantaran distributor listrik Palestina berutang hingga US$ 483 juta atau Rp 6,7 triliun.

Dalam keterangannya, IEC mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengurangan arus listrik untuk kawasan Tepi Barat mulai pekan ini.

Berdasarkan laporan dari AFP, hal tersebut dilakukan oleh IEC lantaran pihaknya belum mendapat opsi pembayaran lain dari otoritas Palestina.

Di lain pihak, Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, mengutarakan kecamannya terkait pengurangan pasokan listrik tersebut. Menurutnya, hal itu akan melumpuhkan kinerja fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya.

Otoritas Palestina juga memandang bahwa pengurangan listrik yang dilakukan oleh IEC adalah bentuk pemerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina. Otoritas Palestina juga mengatakan bahwa mereka telah membayar US$ 100 juta untuk utang listrik.

“Pemerintahan pendudukan Israel mencoba menekan pemerintah Palestina untuk menerima kesepakatan yang tidak menghormati hak warga Palestina, melalui sanksi-sanksi ini dan juga eksploitasi hutang listrik,” ujar perwakilan Kementerian Energi Palestina, Zafer Melhem.

Pengurangan pasokan listrik merupakan satu dari sekian kebijakan Israel yang memberatkan Palestina. Terlebih setelah Palestina mengalami pengurangan besaran dana bantuan dari Amerika Serikat.

Sebelumnya, pemerintah Israel menangguhkan pembagian hasil pajak barang sebesar US$ 10 juta dari total pajak US$ 190 juta per bulan yang seharusnya diterima oleh Palestina tiap bulan.

Israel berkilah bahwa penangguhan tersebut dilakukan sebagai reaksi atas tindakan Palestina. Tel Aviv menuding Palestina acap kali membagikan uang tersebut untuk para narapidana Palestina yang ditahan di Israel. Di sisi lain, publik Palestina memandang orang-orang yang ditahan oleh Israel merupakan pejuang kebebasan. (Elhas-harianindo.com)