Pekanbaru – Setelah hujan mulai turun pada Senin (23/09/2019) kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa kondisi Provinsi Riau yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut sempat membaik.

“Hari ini (Selasa) masih terdeteksi asap, tapi jarak pandang lebih bagus dibandingkan sebelumnya,” kata Ahmad Agus, Staf Analisis BMKG Pekanbaru pada Selasa (24/09/2019).

Lebih lanjut, Agus memaparkan bahwa jarak pandang di Pekanbaru juga membaik karena efek hujan. Pada Senin kemarin, jarak pandang sempat meningkat menjadi 4-5 kilometer. Namun kondisi tersebut tak bertahan lama karena asap. Pada Selasa, jarak pandang kembali turun di kisaran 700 meter hingga 1 kilometer.

Selain itu, tingkat polutan di Pekanbaru pasca-turun hujan juga menurun dari 700 menjadi 160-180 pada Senin. Sementara esoknya mengalami peningkatan pada tingkat 234.

“Artinya hujan sangat signifikan mengurangi asap, meski hujan masih di sebagian daerah,” ujarnya.

Data hasil pantauan satelit Terra Aqua yang dirilis oleh BMKG Stasiun Pekanbaru menunjukkan bahwa pada pukul 06.00 WIB, terdapat 39 titik panas di Riau yang terindikasi karhutla. Lebih rinci, sebanyak 19 titik berada di Kabupaten Rokan Hilir, Indragiri Hilir dengan 10 titik, Kota Dumai enam titik, Kabupaten Bengkalis tiga titik, dan Kepulauan Meranti satu titik.

Dari temuan tersebut, diketahui bahwa terdapat 27 titik api. Di Rokan Hilir terdapat 13 titik, Indragiri Hilir delapan titik, Dumai empat titik, dan Bengkalis dua titik. (Elhas-harianindo.com)