Jakarta – Ricuhnya demonstrasi di depan gedung DPR membuat Polda Metro Jaya mengadakan penyelidikan. Polisi mengatakan bahwa terdapat kelompok lain di luar mahasiswa yang sedang didalami keterlibatannya.

“Kita juga masih dalami ada kelompok-kelompok di luar mahasiswa yang kita ketahui, yang kita dalami,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/09/2019).

Menurut Gatot, saat ini timnya masih menyelidiki kelompok tersebut. Jika polisi menemukan bukti maka akan ditindaklanjuti.

“Apabila terbukti yang bersangkutan ikut melakukan tindakan, khususnya perusakan kendaraan masyarakat, kendaraan Polri, atau kerusakan pagar kita akan lakukan tindak tegas. Mereka kita proses hukum sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” papar Gatot.

Polisi telah membekuk 94 orang terkait kericuhan itu. Termasuk di dalamnya seorang pelajar berinisial RP (20), yang diduga melempari Pos Polisi Slipi dengan molotov.

“Salah satu yang kita tangkap bawa molotov itu adalah seorang pelajar yang sudah kita amankan di Polres Jakbar,” ucap Gatot.

Gatot menyatakan bahwa selama ini pihaknya telah memberikan toleransi kepada mahasiswa untuk melakukan unjuk rasa. Di sisi lain, pihak kepolisian sudah memediasi mahasiswa untuk bertemu dengan pimpinan DPR.

“Dan apa keinginan dari adik-adik untuk bertemu dengan pimpinan DPR sudah kita mediasi. Beberapa kali bertemu hanya kemarin tidak mau bertemu, permintaannya supaya ketua DPR berada di tengah-tengah massa untuk menyampaikan,” katanya. (NRY-harianindo.com)