Jakarta – Geradi Yudhistira, selaku analis politik dan demokrasi Universitas Islam Indonesia menyatakan bahwa fenomena kerusuhan terjadi lantaran pengelolaan negara terkesan dikuasi sekelompok kecil yang berada di lingkaran presiden.

Seperti diketahui pasca Pilpres 2019 tak sedikit masyarakat yang mengkritisi kebijakan yang diambil Presiden Joko Widodo. Begitu juga dengan pengamat.

“Sebenarnya ini (kekecewaan pendukung) ujung-ujungnya (karena) oligarki politik. Bahwa politik ini digerakkan oleh sekelompok kecil yang mana itu berada di sekeliling Jokowi,” ucap Geradi Yudhistira.

Perumpamaan adanya praktik oligarki di antaranya berkaitan dengan revisi UU KPK, RKUHP dan soal penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Itu kelihatan semua. UU KPK itu kepentingan siapa? Kita tau, pasal penghinaan presiden di RKUHP misalnya, itu kemudian beberapa kali revisi. Ini kan luar biasa sekali, tiap tahun kejadian terus enggak ada solusinya,” paparnya.

Masyarakat, selaku pendukung presidenmeyakini bahwa presiden tak bisa melawan kekuatan orang-orang di lingkarannya tersebut.

“Itu masalahnya. Kita tau lah beberapa petinggi-petinggi itu juga kan megang bisnis kehutanan, nah itu kan enggak mungkin ditindak, paling cuma memadamkan api saja, tapi tahun depan berulang lagi,” tegas Geradi Yudhistira. (NRY-harianindo.com)