Jakarta- Analis menganggap bahwa mahasiswa harus terus melakukan pengawalan terhadap keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pertimbangan penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) KPK. Sebelumnya, DPR telah memberikan persetujuan terhadap revisi UU KPK dalam sidang paripurna pada 17 September 2019 silam.

“Andai saja semua tuntutannya tidak dipenuhi Jokowi, yaitu menerbitkan Perrpu, maka demo terus. Demo jangan sekali dua kali selesai dan merasa dirinya aktivis,” terang analis Politik dari UIN Jakarta Adi Prayitno, Sabtu (29/08).

Ia juga meminta mahasiswa tidak mudah patah dengan komentar miring yang menuding bahwa aksi tersebut ditunggangi kepentingan politik. Mantan aktivis 1998 itu menuturkan bahwa seorang aktivis harus tahan banting.

Ia lantas mengungkapkan pengalaman dihujani kritik ketika melakukan aksi demonstrasi pada eranya. Menurutnya, kritik tak akan membuatnya patah arah.

“Kalau ada kritik aksi ini dimobilisasi atau ada tudingan, biasa saja. Jadi aktivis tidak perlu cengeng, jawab saja iya memang dimobilisasi, lalu kenapa? Tapi yang memobilisasi ini untuk kepentingan dan keadilan bangsa. Itu saja selesai,” lanjutnya.

Kendati demikian, ia beranggapan bahwa ada konsekuensi bagi Jokowi jika benar-benar mengeluarkan Perppu KPK. Menrutnya, Jokowi bisa dinilai sebagai kepala negara yang labil.

“Ini baru disahkan kemudian dibatalkan kembali. Ini menjadi penting dalam konteks ini,” katanya.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa akan mengkalkulasi saran dari puluhan tokoh nasional yang disampaikan dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (26/09) siang.

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah terkait dengan revisi UU KPK. Ia menyatakan salah satu yang disarankan oleh para tokoh itu adalah agar dirinya selaku presiden agar menerbitkan Perppu untuk membatalkan revisi UU KPK.

“Soal UU KPK yang sudah disahkan oleh DPR, banyak sekali diberikan pada kita, utamanya masukan itu berupa penerbitan Perppu. Tentu akan kita hitung, setelah kita putuskan, akan kami sampaikan,” jelas Jokowi. (Hr-harianindo.com)