Jakarta – Demonstrasi marak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya adalah para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai spanduk dan poster yang menggambarkan tuntutan mereka. Akan tetapi, tidak jarang tulisan-tulisan yang diusung dalam demo justru mengundang tawa. Pasalnya tulisan yang diusung terdapat kesalahan dalam penulisan.

Beberapa poster demonstran yang terdapat kesalahan penulisan :

Pertama : Dalam poster yang bertuliskan ‘DPR Kalau Pekok Jangan Di Pelihara, Kambing Noh Di Pelihara Bisa Gemuk’

Kedua : Dalam poster yang bertuliskan ‘Cukup Cintaku Yang Di Revisi KUHP Jangan’

Ketiga : Dalam poster yang bertuliskan ‘Reformasi Yang Di Perkosa, Save KPK’

Ketiga poster tersebut mengandung kesalahan dalam penulisan kata yang berawalan ‘ di- ‘ . Dalam poster pertama terdapat kata ‘di pelihara’, dalam poster kedua terdapat kata ‘ di revisi’, dalam poster ke tiga terdapat kata ‘ di perkosa’.

Berdasarkan buku Komposisi Bahasa Indonesia, (Flnoza:1993: 65), kata kerja adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Kata kerja dibedakan menjadi dua macam, yakni kata kerja asal (dapat berdiri sendiri) dan kata kerja turunan. Kata kerja turunan adalah kata kerja yang mempunyai aflks (prefiks, suflks, dan konflks.

Seperti diketahui bahwa, meskipun kata kerja memiliki aflks, dalam penulisannya tetap digabung. Misalnya, dalam poster di atas kata ‘di pelihara ‘ harusnya digabung menjadi ‘dipelihara’, kata ‘di revisi’ harusnya digabung menjadi ‘direvisi’, kata ‘di perkosa’ harusnya digabung menjadi ‘diperkosa’.

Hal tersebut berbeda jika penggunaan awalan ‘ di – ‘ yang menunjukkan kata depan dan kata keterangan. Misalnya, di rumah, di jalan, di sisi lain, di meja makan. Penulisan awalan ‘ di- ‘ yang menunjukkan kata depan dan kata keterangan harus dipisah. (NRY-harianindo.com)