Jakarta – Buruh menggelar aksi demo di depan gedung DPR. Akan tetapi sopir atau driver ojek online tak ingin mengikuti aksi demo tersebut. Nampaknya, driver punya alasan tak ikut aksi yang melibatkan ribuan buruh tersebut.

Igun Wicaksono, selaku Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) menyatakan bahwa hal itu lantaran driver bukan pekerja penerima upah perusahaan.

“Ojek online tidak terlibat dalam aksi demonstrasi rekan-rekan serikat pekerja, karena ojek online adalah bukan pekerja penerima upah dari perusahaan, profesi ojek online dengan perusahaan merupakan kemitraan, bukan hubungan pemberi kerja dengan pekerja,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (02/10/2019).

Igun mengatakan bahwa driver punya agenda tersendiri jika harus turun ke jalan.

“Ojek online punya agenda tersendiri apabila harus turun aksi demonstrasi, agenda yang berbeda dengan tuntutan dari serikat pekerja, salah satunya adalah tuntutan Revisi Undang-Undang (RUU) No 22 tahun 2009 mengenai Lalu Lintas Angkutan Jalan, agar moda transportasi ojek online resmi diundang-undangkan sebagai bagian dari moda transportasi umum,” paparnya.

“Sehingga berkekuatan hukum apabila negara maupun regulator mengeluarkan regulasi-regulasi ataupun payung hukum yang melindungi hak dan kesejahteraan para pengemudi ojol,” sambungnya.

Igun menyatakan bahwa Garda terus mendorong DPR agar hal tersebut segera bisa terealisasi. (NRY-harianindo.com)