Jakarta – Terkuak sudah peranan dari tiga tersangka penculikan penganiayaan relawan Jokowi yang bernama Ninoy Karundeng. Polda Metro Jaya membeberkan temuan mengenai kasus tersebut.

Melalui Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto, diketahui bahwa tiga tersangka yang telah diamankan oleh pihaknya tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda.

“Ini yang ditangkap 3 terakhir. Inisialnya ABK, RF, dan IA,” kata Kombes Suyudi pada Minggu (06/10/2019).

Berdasarkan keterangan dari Suyudi, diketahui bahwa tersangka IA melakukan intimidasi dan mengancam akan membunuh Ninoy. IA juga melakukan pemukulan terhadap Ninoy.

“IA perannya ada di tempat kejadian perkara, menginterogasi, mengintimidasi, dan memukuli korban terus-menerus. IA juga mengancam membunuh korban,” papar Suyudi.

Baca Juga: Ditanya Soal 3 Tersangka Penculik Ninoy Karundeng, DKM Al-Falah Mengaku Tak Kenal

Sementara itu, lanjut Suyudi, RF yang hanya berada di tempat kejadian perkara juga turut menginterogasi dan mengintimidasi Ninoy. Sedangkan ABK selain menganiaya juga merekam dan menyebarkan video Ninoy ke media sosial.

“ABK perannya menganiaya korban, merekam video, dan menyebarkannya ke media sosial juga mengancam membunuh korban,” kata Suyudi.

Kejadian pada Senin (30/09/2019) lalu tersebut bermula ketika Ninoy Karundeng memotret para demonstran yang terkena gas air mata di Pejompongan, Jakarta Pusat. Tak terima, para pendemo kemudian menanyakan maksud dari tindakan Ninoy tersebut.

Tak hanya dirampas ponselnya, Ninoy kemudian diseret ke masjid dan dianiaya. Ia baru dipulangkan keesokan harinya pada Selasa (01/10/2019) dan melayangkan laporan ke polisi pada Rabu (02/10/2019).

Dari laporan tersebut, Polda Metro Jaya kemudian menangkap 8 orang pelaku dalam kasus tersebut. Dua pelaku berinisial RF dan S disinyalir merupakan anggota dari sebuah organisasi masyarakat (ormas). (Elhas-harianindo.com)