Jakarta – Munarman, selaku juru bicara Front Pembela Islam (FPI) sempat dicurigai oleh aparat kepolisian terkait kasus penganiayaan yang ramai menjadi perbincangan. Kasus penganiayaan tersebut menimpa relawan Jokowi Ninoy Karundeng. P

Hal tersebut lantaran tersangka berinisial S berperan menyalin data dari laptop Ninoy dan menyerahkan ke Munarman. Di sisi lain, S mengklaim mendapat mandat untuk menghapus rekaman CCTV di Masjid Al-Falah dari Munarman.

Selain itu, tersangka S mengklaim diminta untuk tidak menyerahkan data pada polisi. Akan tetapi, Munarman mengklaim bahwa mendengar kabar penyiksaan dan penculikam Ninoy dari media sosial.

“Begini, saya tahu peristiwa justru dari media online dan medsos,” ujar Munarman saat dikonfirmasi, Senin (07/10/2019).

Munarman menyatakan bahwa apabila salah satu pengurus Masjid Al-Falah berkonsultasi hukum dengannya. Di sisi lain, Munarman mengatakan bahwa dirinya meminta agar pengurus masjid memberikan rekaman kamera CCTV untuk diserahkan dalam rangka kepentingan hukum.

“Lalu salah satu pengurus masjid beberapa hari setelah peristiwa konslutasi hukum ke saya. Dan saya minta supaya rekaman CCTV mesjid dikasih agar saya bisa asassment situasinya dalam rangka kepentingan hukum calon klien,” kata dia. (NRY-harianindo.com)