Jakarta – Terkait kasus penyekapan dan penganiayaan relawan Jokowi bernama Ninoy Karundeng, Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap salah satu petinggi Front Pembela Islam (FPI). Sekretaris Umum FPI, Munarman, akan diperiksa pada Rabu (09/10/2019).

“Sepertinya belum (diperiksa hari ini), hari Rabu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono pada Selasa (08/10/2019).

Meski demikian, masih belum ada kepastian mengenai jam berapa waktu pemeriksaan Munarman. Selain itu, tidak disebutkan pula status Munarman dalam panggilan pemeriksaan tersebut.

Baca Juga: Polisi Menyebut Sekjen PA 212 Berada di Lokasi Saat Ninoy Karundeng Dianiaya

Berdasarkan keterangan Argo sebelumnya, disebutkan bahwa Munarman memberi perintah kepada pengurus Masjid Al-Falah yang berinisial Ir S untuk menghapus hasil tangkapan video di CCTV masjid. Tak hanya itu, S juga disuruh untuk menyalin sejumlah data dari laptop milik Ninoy.

“Kemudian ada juga Insinyur S ya. Dia ini sekretaris daripada DKM ya. Dia perannya adalah dia ada di lokasi kejadian kemudian yang bersangkutan memerintahkan menyalin data daripada data yang ada di laptop,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/10/2019).

“Kemudian dia melaporkan semuanya kepada Pak Munarman. Selanjutnya dia juga dapat perintah untuk hapus CCTV dan kemudian juga untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian,” papar Argo.

Terkait keterangan tersebut, Munarman membantah bahwa dirinya memberi perintah untuk menghapus rekaman CCTV. Ia berkilah bahwa yang ia minta pada saat itu adalah rekaman video untuk ia lihat demi mengetahui situasi.

“Ngawur dia… emang suka ngawur dia kalau ngasih keterangan pers. Yang saya minta rekaman CCTV masjid… karena saya pengin lihat situasi masjid saat tanggal 30 malam sampai pagi,” kata Munarman pada Senin (07/10/2019). (Elhas-harianindo.com)