Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa pada waktu awal merencanakan terkait dengan saran anggaran yang dianggarkan untuk merenovasi rumah dinas sempat dilakukan penghematan. Pada awalnya, anggaran yang akan dihelontorkan guna melakukan renovasi mencapai Rp 2,9 miliar.

“Semula, di APBD 2017 dianggarkan 2,9 M dan setelah di-review lagi dengan hanya melakukan perbaikan yang memang perlu, maka bisa dihemat menjadi 2,4 M. Ini artinya, kita berhemat sekitar 20 persen dari anggaran sebelumnya,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sri Mahendra dalam penjelasannya, Selasa (07/10/2019).

Menurut Mahendra, pada tahun 2015 sudah dilakukan perencanaan untuk melakukan renovasi terhadap rumah dinas tersebut. Namun, hingga saat ini renovasi pun belum pernah terealisasi.

“Sejak itu, di perencanaan tahun 2018 dan 2019, renovasi (reparasi) tidak dimasukkan dalam rencana. Dalam pembahasan rencana tahun 2020, dimasukkan, karena perbaikan atas kerusakan pada bangunan tua ini mulai makin mendesak,” tutur Mahendra.

Pemprov mengungkapkan bahwa Anies jarang untuk mendiami rumah dinas tersebut. Anies lebih sering untuk tinggal di rumah pribadinya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

“Cagar budaya ini harus terus dirawat, siapapun Gubernur yang menjabat. Apalagi saat ini Gubernur Anies Baswedan dan keluarga tidak tinggal di rumah dinas tetapi selalu tinggal di rumah pribadinya, maka proses perbaikan/reparasi menjadi lebih sederhana,” jelas Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) DKI Jakarta, Heru Hermawanto.

Diketahui, DCKTRP DKI Jakarta menganggarkan untuk renovasi terhadap rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat. Anggaran yang disarankan untuk digelontorkan mencapai Rp 2,422 miliar.

Saran besaran anggaran tersebut tertuantg di dalam draf pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020. Plafon anggaran sementara yang disarankan mencapai Rp 2,422 miliar. (Hr-harianindo.com)