Jakarta – Terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat rupanya menuai polemik. Salah satu figur partai berlambang bintang mercy yang menentang penunjukan AHY adalah Sahat Saragih.

Pendiri yang berperan utama dalam deklarasi Partai Demokrat tersebut tidak sepakat dengan AHY menjadi Waketum partai. Pasalnya, penunjukan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak melalui mekanisme yang sudah diatur dalam partai.

“Iya tidak melalui mekanisme. Kalau menurut organisasi tidak melalui mekanisme yang benar,” kata Sahat pada Jumat (11/10/2019).

Berdasarkan penuturan dari Sahat, mekanisme yang harus dilalui sebelum menunjuk Waketum Demokrat adalah Rakernas dan Rapimnas. Dalam aturan yang sama, Ketua Umum tidak bisa dengan serta merta menunjuk langsung Waketum.

“Tidak bisa. Ketua umum tidak diberikan hak dalam AD/ART untuk menentukan perubahan organisasi. Kalau ada mekanismenya, siapapun ketua umumnya, AD/ART harus dijalankan,” paparnya.

Terlebih, hal yang membuat Sahat tidak berkenan adalah AHY bukanlah orang lama yang sudah berpengalaman. Seyogianya, menurut Sahat, Demokrat mampu menata kaderisasi internal tanpa memandang AHY sebagai sosok yang istimewa lantaran merupakan putra dari SBY.

“AHY, kan, itu kader baru. Masa orang baru datang, terus tiba-tiba sudah menjadi Waketum partai,” ujar Sahat.

Oleh sebab itu, Sahat akan mengajukan protes secara internal terkait penunjukan AHY tersebut. Rencananya, protes bakal dilayangkan pada saat kongres Partai Demokrat pada Mei 2020.

Dikabarkan sebelumnya bahwa AHY telah resmi menjabat sebagai Waketum Partai Demokrat. Sebelumnya, posisi AHY di partai tersebut adalah Komandan Kogasma Demokrat.

“Betul, AHY itu, saat ini menjadi salah satu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, ya,” kata Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat Ferdinand Hutahaean pada Jumat (11/10/2019). (Elhas-harianindo.com)