Jakarta – Salah satu tersangka penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, Abdul Basyir Mokodongan, juga mengungkapkan peranan Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar pada saat kejadian di Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat.

“Kalau di masjid yang saya kenal, yang sering saya lihat itu Ustaz Bernard. Kedua, Jerry, karena mereka ini aktif setiap ada aksi itu selalu ketemu di lapangan,” kata Basyir di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Pada saat itu, Basyir mengaku mengenali wajah Bernard walau tak tahu namanya. Ia kerap melihat Bernard dalam sejumlah aksi. Sementara dalam kejadian pada tanggal 30 September 2019 itu, Basyir mengatakan bahwa Bernard pada saat itu bertugas sebagai tim medis di Masjid Al Falah.

“Waktu saya sampai, Ustaz Bernard sudah di situ, tapi aktivitasnya hanya sebagai tim medis,” ujar Basyir.

“Karena yang saya lihat dari kaleng yang dia (Bernard) bawa, saya lihat itu Ustaz Bernard ini menangani orang-orang ikut aksi yang kena gas air mata,” imbuhnya.

Akan tetapi, Basyir mengaku tidak tahu-menahu apakah Bernard menemui Ninoy atau tidak. Sedangkan Bernard sendiri mengatakan bahwa dirinya yang paling sering menginterogasi dan memukuli Ninoy.

“Itu pun saya nggak tahu (apakah Bernard berinteraksi dengan Ninoy). Setahu saya, yang interogasi saya,” kata Basyir.

Baca Juga: Abdul Basyir Ungkap Alasan Dirinya Mengambil Sumpah Ninoy di Bawah Alquran

Selain itu, Basyir juga tak tahu apakah orang-orang lainnya sempat meminta saran kepada Bernard terkait Ninoy. Pada saat itu, Basyir sedang sibuk keluar masuk masjid untuk menolong korban demo.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengungkapkan peranan Sekjen PA 212 tersebut dalam kasus penganiayaan Ninoy.

“Dia ada di lokasi dan dia ikut mengintimidasi daripada korban,” ungkap Kombes Argo di Apartemen Robinson, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (08/10/2019).

Akan tetapi, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan bahwa Bernard pada saat kejadian justru mengamankan Ninoy dari massa yang mengamuk. Kala itu, Bernard bersama istri sedang menolong korban demo.

“Spontan Ustaz Bernard menyelamatkan dan melindungi yang diduga penyusup bernama ‘Ninoy’ dari amukan massa,” kata Slamet di Sekretariat DPP PA 212, Condet, Jakarta Timur, Rabu (09/10/2019). (Elhas-harianindo.com)