Jakarta – Lembaga Populi Center merilis hasil survei penilaian masyarakat jelang dua tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Jakarta merasa bahwa kondisi ekonomi mereka lebih meningkat dibandingkan tahun lalu.

Penelitian tersebut dilakukan secara ilmiah dengan metode tertentu yang menjamin distribusi sampel secara memadai. Proporsi gender laki-laki dan perempuan juga ditentukan sebesar 50:50.

Dalam penelitian tersebut, responden dipilih secara random dan bertingkat, mulai dari pengacakan untuk Kelurahan, Rukun Tetangga, Keluarga, dan akhirnya responden terpilih.

Selain itu, penelitian dilakukan dengan cara memberikan dua bentuk kuesioner kepada responden. Kuesioner tersebut membandingkan kinerja Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Terdapat kuesioner pertama (eksperimen) bertuliskan nama gubernur dan program kerja, sedangkan kuesioner kedua (kontrol) hanya berisikan program kerja. Model eksperimental ditemukan bahwa secara rasional dengan pertanyaan kontrol menunjukkan bahwa program Ahok dianggap lebih baik dari program Anies oleh warga Jakarta.

“Ketika masyarakat Jakarta ditanya bagaimana penghasilan rumah tangga saat ini jika dibandingkan dengan satu tahun yang lalu, sebanyak 61,0 persen mengatakan meningkat, sedangkan sebanyak 37,2 persen mengatakan menurun. Adapun yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebanyak 1,8 persen,” ungkap Peneliti Populi, Jefri Adriansyah .

Di sisi lain, Jefri beranggapan bahwa peningkatan tersebut tidaklah terlalu signifikan. Sebab, berdasarkan presentase total tersebut, persentase terbanyak ada pada kategori ‘sedikit meningkat’ dengan total 39,0 persen. Sedangkan yang menjawab ‘jauh meningkat’ hanya 1,5 persen dan ‘meningkat’ sebanyak 20,5 persen. (NRY-harianindo.com)