Jakarta – Komunitas Cross-Hijaber atau pria yang berpenampilan menggunakan hijab dinilai telah menyimpang dari agama.

Komunitas Cross-Hijaber kerap mengenakan cadar dan masuk ke dalam masjid bagian wanita. Kehadiran komunitas tersebut menuai berbagai kecaman, tidak terkecuali dari partai berbasis Islam.

Achmad Baidowi, selaku Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengklaim prihatin dengan fenomena Cross-Hijabers yang lagi viral di media sosial tersebut.

“Ini harus menjadi perhatian serius bagi kemenag, ormas Islam, tokoh dan pemuka agama,” tegas Baidowi.

Baidowi menyatakan fenomena Cross-Hijabers merupakan kelaianan dalam praktik keagamaan dan rawan disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

Menurut Baidowi, sebaiknya polisi segera mengusut tuntas para pelaku dan komunitas Cross-Hijabers. Karena bagaimanapun juga apa yang dilakukan komunitas Cross-Hijabers telah menyimpang dari Islam.

“Jangan sampai perilaku keagamaan yang menyimpang ini semakin mewabah dan merusak keyakinan dan moral bangsa,” kata Baidowi.

Seperti dikethui bahwa Komunitas crosshijaber telah memiliki akun Facebook dan Instagram. Di dalam akunnya mereka memposting wajah pria yang mengenakan pakaian gamis, hijab panjang sampai dengan pria bercadar.

Selain itu, mereka juga menunjukkan keberaniannya memasuki area yang harusnya hanya dimasuki wanita, mulai dari toilet hingga mushala bagian perempuan. (NRY-harianindo.com)