Jakarta – Anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Suherman, dijatuhi hukuman mati lantaran melakukan penyerangan terhadap polisi di daerah pantura. Dua di antaranya ditembak dan satu diantaranya meregang nyawa. Dalam menjalankan aksinya, Suherman tidak seorang diri.

Didapati seseorang yang mendampingi Suherman alias Herman alias Eman alias Abu Zahra adalah Gusrizal alias Rizal. Suherman ditemani oleh Guzrizal pada aksi pertama yaitu ketika melakukan penyerangan terhadap polisi di Pertigaan Kelurahan Pasar Batang, Brebes, Jawa Tengah pada Agustus 2018.

Setelah itu polisi mendapatkan serangan secara berturut-turut dari kelompok tersebut. Hingga puncaknya terjadi penyerangan terhadap dua anggota PJR yakni Ipda Dodon dan Aiptu Widi di M 224 Ruas Tol Pejagan-Cirebon. Suherman dkk melakukan penembakan terhadap dua polisi tersebut. Aiptu Dodon akhirnya meregang nyawa saat di rumah sakit.

Setelah itu, pengejaran dan penangkapan pun dilakukan oleh Densus 88. 2 Anggota JAD pun turut meregang nyawa terkena tembakan dari polisi saat melakukan perlawanan. Sisanya kemudian diadili di PN Jaktim, termasuk salah satunya Gusrizal. Di mana Gusrizal adalah seseorang yang meberikan dukungan terkait dengan tidakan terorisme.

“Menjatuhkan pidana penjara waktu tertentu (3 tahun),” putus majelis PN Jaktim sebagaimana dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jaktim, Senin (14/10/2019).

Duduk sebagai ketua majelis Suparman Nyompa dengan anggota Surung Simanjuntak dan Tri Andita Juristiawati. Tuntutan tersebut berdasarkan tuntutan jaksa pada 25 September 2019.Terkait dengan Suherman, PN Jaktim memutuskan hukuman secara bulat yaitu dijatuhi hukuman mati. (Hr-harianindo.com)