Palu – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri membekuk warga Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Aparat jega melakukan penyitaan terhadap sejumlah cairan bahan peledak. Polisi juga mengkonfirmasi bahwa pelaku tersebut merupakan bagian dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Pihak kepolisian Daerah Sulteng mengkonfimasi kebenaran dari peristiwa penangkapan tersebut. Polisi mengklaim bahwa pelaku berinisial AW (25) warga wilayah Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

“AW ditangkap Densus 88 saat melakukan perjalanan, kemudian dilakukan penggeledahan di rumahnya dan ditemukan 10 batang pipa besi yang sudah di potong-potong. Yang diduga merupakan rangkaian untuk bahan peledak,” jelas Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto pada Senin (14/10/2019) saat ditemui di ruangnnya di Mapolda Sulteng.

Didik menjelaskan pasca rumah AW digeledah, Densus 88 langsung berangkat ke rumah warga yang berinisial AZ. Terduga pun kabur saat dilakukan penggeledahan. Namun, aparat kepolisian mendapati ada sejumlah bahan peledak di dalam rumah tersebut.

“Saat ini, AZ masih dilakukan pengejaran Densus 88 karena melarikan diri saat dilakukan penggerebekan. Untuk barang bukti yang disita di rumahnya adalah 3 buah botol plastik berisi sisa cairan kimia H202, Acheton 1 (satu) bilah pedang samurai, 3 kotak berisi campuran olahan bahan kimia, 1 buah beaker glass merek bomex gelas kaca kimia 500 mili, 9 bungkus kn03 santagrow netto 1 KG dan 8 botol sirup berisi bahan bakar,” terang Didik.

Menurutnya, kedua pelaku berperan untuk memberikan bantuan ke kelompok MIT dan sejumlah bahan peledak lainnya digunakan untuk aksi pengeboman yang belum tahu akan dilakukan di daerah mana. (Hr-harianindo.com)