Jakarta – Pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe menganggap bahwa Partai Gerindra akan mendapatkan keungtungan di Pilkada serentak 2020 dan Pemilu 2024 mendatang jika akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Justru saya kira yang terjadi kemungkinan sebaliknya, Gerindra bisa saja mendapat ekor jas akibat pengaruh dukungan terhadap pemerintah secara elektoral. Bukan malah rugi di Pilkada 2020 maupun Pemilu 2024,” ujar Maksimus, Senin (14/10).

Dosen di Universitas Mercu Buana ini memperkirakan bahwa publik akan memberikan simpati terhadap Gerindra. Karena tahu kapan saatnya bertarung, yaitu pada pemilu dan kapan waktu yang tepat untuk begandengan tangandengan pemerintah yaitu dalam membangun bangsa dan negara.

“Jadi, publik yang melihat Gerindra berubah pkiran bisa mendapat keuntungan positif,” katanya.

Kader Gerindra akan mendapatkan sejumlah kursi yang ideal, jika partai tersebut mengambil keputusan untuk bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah. Direktur Eksekutif Lambaga Analisis Politik Indonesia ini beranggapan bahwa sebaiknya hanya satu kursi.

“Idealnya satu saja. Tetapi kan masih ada posisi duta besar. Saya kira bisa terdistribusi di situ,” katanya.

Maksimus merasa khawatir, partai politik yang selama ini mendukung Jokowi justru akan keluar dari koalisi, jika Jokowi memberikan kursi yang berlebih terhadap Gerindra.

“Kalau banyak kursi diberikan ke Gerindra, itu bisa saja nantinya koalisi hengkang karena perjuangan mereka dinikmati orang lain,” tandas Maksimus. (Hr-harianindo.com)