Jakarta – Dari seluruh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, program rumah DP Rp 0 merupakan kebijakan yang paling tidak bermanfaat. Hal tersebut merupakan salah satu hasil survei yang dilakukan oleh Populi Center. Lembaga tersebut mengadakan survei mengenai tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Gubernur Anies Baswedan.

Berlangsung dari 9-18 September 2019, survei tersebut menggunakan metode kuesioner eksperimental di 6 kabupaten. kota di Jakarta dengan probability sampling. Survei tersebut memanfaatkan 600 responden. Komposisi dari responden adalah 50 persen laki-laki dan perempuan dengan persentase yang sama dengan margin error 4 persen.

Baca Juga: Survey : Dibanding Anies, Warga DKI Anggap Program Ahok Lebih Baik

Tidak hanya diminta untuk menyebut program-program Pemprov DKI berdasarkan kebermanfaatannya, responden juga diminta untuk memberi penilaian terhadap kinerja Pemprov. Diketahui bahwa sebanyak 58,5 persen responden mengaku puas sedangkan 13,1 persen memandang tidak ada perubahan dalam kinerja Pemprov DKI.

“Kemudian untuk kepuasan kinerja Pemprov DKI Jakarta, secara keseluruhan masyarakat menjawab puas,” ujar peneliti Populi, Jefri Adriansyah, di Slipi, Jakarta Barat, Senin (14/10/2019).

“Penilaian atas kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam 1 tahun terakhir, bagus kinerjanya sebanyak 20,1 persen. Kemudian selanjutnya ada lagi yang menilai bahwa dia tidak ada perubahan itu 13,1 persen,” lanjutnya.

Survei yang sama juga menyebut bahwa program DP Rp 0 tak dirasakan manfaatnya. Sebaliknya, KJP Plus menjadi kebijakan yang paling terasa manfaatnya bagi masyarakat.

“Program yang paling dirasakan manfaatnya, itu 37 persen KJP Plus. Program yang paling tidak dirasakan manfaatnya, ini ada program DP 0 rupiah sebesar 16,5 persen,” ungkap Jefri. (Elhas-harianindo.com)