Jakarta – Polri mengklaim bahwa tim sedang bekerja terkait kasus Novel Baswedan. Seperti diketahui bahwa kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan selama ini masih belum menemui titik terang.

Seperti diketahui bahwa, polri jarang melakukan pembaruan informasi terkait hal tersebut. Di sisi lain, Polri mengklaim ada perkembangan penting dalam pengusutan kasus tersebut.

“Ada kemajuan nggak? Insyaallah ada, sangat signifikan. Doakan. Tim kami sedang bekerja yang terbaik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Hotel Cosmo Amarossa, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Selain itu, Iqbal mengatakan bahwa tim teknis efektif bekerja bukan sejak 1 Agustus 2019, melainkan sejak 3 Agustus 2019.

Komjen Idham Azis memerlukan waktu untuk mempelajari 1.700 halaman temuan dan rekomendasi tim pakar pencari fakta kasus Novel yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Beberapa hari kemudian, Pak Kabareskrim memilih, butuh waktu, memilih tim-tim yang qualified, kredibel, terbaik di bidang dan tupoksi (tugas pokok dan fungsi)-nya. Ada 105 anggota yang terbaik,” kata Iqbal.

“Saya sampaikan juga bahwa Pak Presiden memberikan waktu tiga bulan pada tanggal 19 Juli. Tetapi tiga bulan itu bukan terhitung pada saat Pak Presiden memberikan statement, tapi berdasarkan sprin Kabareskrim,” ujar Iqbal.

Di sisi lain, Iqbal menolak menjelaskan temuan signifikan yang dia maksud terkait kasus teror terhadap Novel. Alasannya, demi kepentingan penyidikan. (NRY-harianindo.com)