Jakarta – Priyo Widyanto, selaku Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi meminta agar masyarakat tetap tenang dan percaya hukum, serta tidak menyebarluaskan gambar atau video yang dapat memperkeruh suasana di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Seperti diketahui bahwa, terdapat unjuk rasa sekelompok orang di Pelabuhan Feri Penajam yang terjadi pada hari Rabu siang. Unjuk rasa tersebut menuntut diberlakukannya denda adat kepada pelaku penikaman dalam perkelahian kelompok pemuda pada 9 Oktober lalu.

“Mohon juga percayakan proses penanganan permasalahan ini kepada kami penegak hukum,” sambung Kapolda Priyo.

Pelaku penikaman dalam aksi tersebut telah diamankan di Polres PPU pada kesempatan pertama.

“Kami juga berhasil mengamankan barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menusuk korban,” jelas Kapolres Sabil. Polisi juga mengamankan tiga rekan pelaku atas kepemilikan senjata tajam.?

Selain itu, Kapolda Priyo meminta agar masyarakat Penajam khususnya agar tenang dan sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dan tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum, atau bahkan melanggar hukum,” tegas Kapolda.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, kelompok pengunjuk rasa di Pelabuhan Feri sempat merusak loket penjualan tiket perahu klotok dan speedboat, yang berujung pada penghentian operasional pelabuhan. (NRY-harianindo.com)