Jakarta – Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebelumnya telah mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai presiden dalam Pilpres 2019. Akan tetapi, Saat ini Prabowo menyanggupi tawaran Menteri Bidang Pertahan dari Presiden Jokowi.

Terkait hal tersebut, PA 212 akan mengambil sikap. PA212 mengklaim masih menunggu kepastian Prabowo hingga nantinya benar dilantik menjadi Menhan.

“Tunggu kepastian saja nanti ya,” ujar Ketua PA 212 Slamet Maarif dihubungi tepat pada hari Senin (21/10/2019).

Di sisi lain, Prabowo mengklaim bahwa dirinya diminta Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pertahanan RI. Prabowo menyatakan hal itu setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi di Istana Merdeka, sore tadi.

“Saya sudah sampaikan keputusan kami, dari Partai Gerindra, apabila diminta, kami siap membantu. Hari ini resmi diminta, kami sanggupi membantu. Saya, beliau izinkan, menyampaikan saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.

PA 212 sebelumnya mengatakan bahwa mereka masih menolak terpilihnya Jokowi-Maruf sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024.

Slamet Maarif, selaku Ketua PA 212 menyatakan pilihan untuk tidak menerima kekuasaan Jokowi itu didasari dengan keputusan atau hasil dari Ijtimak Ulama IV.(NRY-harianindo.com)