Yogyakarta – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengungkapkan bahwa untuk saat ini dirinya sedang menahan diri untuk tidak melayangkan kritik terhadap kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II atau Kabinet Indonesia Maju.

Amien mengaku sedang menahan dirinya untuk tidak melontarkan kritik terlebih dahulu. Padahal Prabowo Subianto yang dulu pernah didukungnya dalam Pilpres 2019 bergabung dengan koalisi pemerintah dengan menduduki jabatan sebagai Menhan.

“Jadi sementara ini saya masih menahan diri, karena saya harus fair harus sportif. Berikan dulu waktu untuk konsolidasi dan lain-lain. Kalau ternyata sudah enam bulan ‘jebulnya’ tidak bisa apa-apa nanti kita buat perhitungan,” tutur Amien pasca menjadi pembicara dalam kajian dengan tema “Islam dan Komunis (bahaya laten komunis)” di Masjid Jami’ Karangkajen, Yogyakarta, Minggu malam.

Menurut Amien, Kabinet Indonesia Maju tidak harus dikritik dengan buru-buru. Kabinet yang baru saja dibentuk Presiden Joko Widodo tersebut perlu diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk bisa mewujudkan janji-janjinya selama enam bulan atau bahkan selama satu tahun.

“Jangan belum apa-apa ini (dianggap) kabinet yang tidak profesional, kabinet karut marut, kabinet yang membuat banyak problem tidak nendang, dan lain-lain,” sambung dia.

Namun, jika setelah melewati batas waktu tersebut tidak kunjung untuk menunjukkan hasil sesuai yang dijanjikan, maka wajib baginya untuk melontarkan kritikan.

“Kalau jelas tidak bermutu tidak sesuai cita-cita yang dijanjikan maka mengapa tidak lantas kita mengambil peran yang lebih nyata lagi supaya ‘dijewer’ kalau sampai tidak ‘deliver’.

Tidak ‘deliver’ artinya tidak melaksanakan janji-janjinya itu,” kata Amien.

Sementara itu, terkait masuknya Prabowo Subianto dalam Kabinet Indonesia Maju, Amien mengambil sikap yan tidak jelas, tidak merestui sekaligus tidak menentangnya.

“Kalau saya bapaknya Prabowo, saya merestui. Saya enggak merestui, tidak menolak, tidak melawan juga,” tukas Amien. (Hr-harianindo.com)