Jakarta – Terkait statusnya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin rupanya juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Meski demikian, status Ma’ruf Amin di MUI adalah Ketua Umum non aktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sodikun. Menurutnya, jabatan Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum akan berakhir pada Musyawarah Nasional 2020.

“Bahwasanya beliau masih bisa posisinya di MUI sampai berakhirnya masa khidmatnya seperti itu. Hanya saja kalau pak Kyai itu non aktif jadi posisinya masih ketua umum tapi non aktif, nanti hadirnya pada saat munas,” ujar Sodikun di MUI, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Sodikin mengatakan bahwa hasil dari Rapat Kerja Nasional MUI di Nusa Tenggara Barat menyatakan bahwa Ma’ruf Amin diminta untuk tetap menjabat hingga masa jabatan berakhir pada 2020. Keputusan tersebut juga didukung oleh hasil rapat pimpinan harian MUI.

“Kemudian itu disikapi dengan pimpinan majelis ulama dalam rapat pimpinan harian menyepakati menyetujui masa khidmat pak Kyai sampai akhir masa khidmatnya 2020,” ungkapnya.

Akan tetapi, dalam forum rapat harian Ma’ruf Amin meminta agar jabatannya di MUI bersifat non aktif. Untuk pelaksana tugas diemban oleh Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid.

“Hanya saja beliau meminta agar non aktif. Jadi jabatan posisi Ketum MUI pak Kyai Maruf Amin tetap menjabat sebagai Ketum. Sedangkan untuk melaksanakan tugas tugas keseharian itu dilaksanakan oleh Wakil Ketum, yaitu pak Prof Yunahar Ilyas dengan pak Zainud Tauhid,” lanjut Sodikun.

Oleh sebab itu, status Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum non aktif MUI merupakan hasil mufakat dari internal MUI.

“Jadi tidak ada masalah lagi, tidak ada perbedaan bahkan ada kesepakatan kami bersama agar pak kyai tetap pada posisi ketua umum, namun dalam keadaan non aktif dan beliau menyampaikan akan hadir pada saat Munas pada 2020 nanti,” pungkasnya. (Elhas-harianindo.com)