Jakarta – Nasib pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab semakin tidak jelas saat pengangkatan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di kabinet Joko Widodo.

Adi Prayitno, selaku Direktur Eksekutif Parameter Politik mengungkap bergabungnya Prabowo dan Gerindra ke lingkaran Istana menunjukkan bahwa saat ini Rizieq mesti memperjuangkan nasibnya sendiri.

Adi beranggapan bahwa Prabowo merupakan salah satu harapan Rizieq karena pernah menjadi salah satu pihak yang memperjuangkan kepulangan Rizieq ke Indonesia.

“Tapi ketika Gerindra, Prabowo sudah menjadi bagian pemerintah agak susah. Karena bagaimanapun Prabowo tidak bisa menentukan apapun, karena posisnya sebagai Menhan rentan dicap conflict of interest,” tutur Adi.

Di sisi lain, Prabowo juga tak bisa menentukan keputusan politik sendiri. Adi menyebut keputusan politik Prabowo saat ini sangat bergantung pada keputusan pemerintah ataupun presiden.

“Jadi memang lebih kompleks sekarang, itu yang saya bilang tidak ada harapan apapun atau Rizieq tidak bisa berharap pada siapapun untuk kepulangannya, ya memperjuangkan diri sendiri,” katanya.

Seperti diketahui bahwa, Rizieq telah pergi ke Arab Saudi setelah pihak kepolisian menjeratnya dengan sejumlah kasus hokum. Selain itu, Rizieq belum juga pulang ke Indonesia, meski kasusnya sudah dihentikan pihak Polda Metro Jaya. (NRY-harianindo.com)