Jakarta – Ninoy Karundeng akhirnya menerima perdamaian dengan para pelaku yang melakukan penganiayan dan intimidasi terhadap dirinya. Namun, laporan yang Ninoy layangan ke pihak kepolisian belum ia cabut.

“Kami dalam hal ini sudah menyambut baik permohonan maaf yang diberikan oleh pihak DKM Masjid Al-Falaah dan PA 212. Ninoy juga sudah menyampaikan menerima permohonan maaf dari para tersangka,” ungkap pengacara Ninoy, Angga Busra Lesamana, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Kendati kedua belah pihak sudah saling damai, Angga memastikan bahwa pihaknya belum mencabut laporan tersebut. Kepada pihak kepolisian kasus tersebut diserahkan olehnya.

“Karena ini masuknya kan delik murni, ada delik aduannya. Tapi kita tidak ada pencabutan laporan,” tutur Angga.

Angga menyatakan bahwa perdamaian tersebut memberikan keuntungan kepada pihak tersangka kendati Ninoy belum mencabut laporan tersebut. Para tersangka akan mendapatkan keuntungan saat persidangan digelar nanti.

“Proses ini nantinya bisa meringankan para terdakwa karena sudah ada permohonan maaf. Bisa jadi pertimbangan untuk hakim karena sudah ada permohonan maaf yang disetujui oleh pelapor,” terang Angga.

Ninoy memberikan maaf kepada para tersangka lantaran mereka sudah mau mengakui atas penganiayaan dan intimidasi yang dilakukan. Angga mengungkapkan bahwa Ninoy juga seorang muslim sehingga akan saling memaafkan.

“(Alasan Ninoy memaafkan) pertama, memang dari tersangka-tersangka sudah mengakui melakukan hal tersebut dan kita sesama muslim karena orang muslim memang harus mengedepankan ukhuwah islamiyah, mengedepankan perdamaian, harus mengedepankan rasa persaudaraan,” jelas Angga.

Ninoy Karundeng sebelumnya mengalami aksi penculikan saat terjadinya aksi unjuk rasa di Pejompongan, Jakarta Pusat. Di sebuah masjid Ninoy mengalami tindak kekerasan.

Polisi sudah mengeluarkan ketetapan terhadap 16 tersangka terkait kasus tersebut. Ke-16 tersangka tersebut diantaranya AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, Bernard Abdul Jabbar yang juga Sekjen PA 212, Jerri, serta dokter Insani dan suaminya, Shairil. (Hr-harianindo.com)