Jakarta – Pada 11 November 2019aakn segera dibuka Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) . Nantinya, peserta yang sudah dinyatakan lolos pada tahap administrasi akan mengikuti berbagai tahap tes seleksi lainnya, salah satunya adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

SKD tahun ini juga tidak berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Mohammad Ridwan menuturkan, tes tersebut hampir sama dengan tes pada tahun sebelumnya yang mana di dalamnya terdapat Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Materinya nggak beda ya seperti TIU, TWK, TKP itu kisi-kisinya ada pas pengumuman Pak MenPAN-RB nanti. Kira-kira sih 80% nggak akan beda ya, sama saja,” tutur Ridwan baru-baru ini (19/10/2019).

Yang menjadi perbedaan, ujar Ridwan, adalah terdapatnya materi terkait pencegahan paham radikalisme. Soal tersebut diketahui tidak ada pada seleksi tahun lalu. Menurut Ridwan, materi tersebut penting untuk diujikan mengingat belakangan banyak PNS yang terpapar dengan paham radikalisme.

“Mungkin nanti soal radikalisme masuk di sana, tahun lalu kan belum ada. Karena ini perlu, karena kan beberapa teman kami PNS ada yang terpapar radikalisme, mungkin itu bisa masuk,” ungkap Ridwan.

Sebagai informasi, Tes Intelegensia Umum (TIU) diujikan untuk mengetahui seberapa ‘pintar’ CPNS dalam logika, verbal, figural dan analisis, mampu menyelesaikan masalah dengan solusi yang inovatif. Kemudian, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam SKD akan menguji seberapa paham terkait Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, nasionalisme, hingga bahasa Indonesia.

Selanjutnya, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) terkait dengan sosial budaya, pelayanan publik, kreativitas dan inovasi, profesionalisme, jejaring kerja. (Hr-harianindo.com)