Jakarta – Joko Widodo, selaku Presiden RI menceritakan terkait Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang pernah meminta waktu 100 hari guna membuat perubahan sistem belajar berbasis aplikasi.

“Mas menteri minta ‘beri waktu saya pak 100 hari untuk menyiapkan dan merancang itu’,” kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

“Tapi yang lebih detailnya kalau mas menteri ini sudah belanja masalah ke mana-mana. Kemarin sudah saya perintahkan jangan hanya melihat universitas, SMA, SMK, SMP, SD, TK di Jakarta saja atau di Jawa saja. Tolong lihat juga NTT yang pelosok, di Maluku yang pelosok, di Papua juga yang pelosok. Perbedaannya kayak apa, pendekatannya kayak apa? Apakah pendekatan seperti yang dirancang cocok atau perlu digeser sedikit,” jelas Presiden.

Setelah melakukan observasi di berbagai sekolah, Nadiem diminta untuk melaporkannya kepada Presiden Jokowi.

“Jadi nanti saya sudah membayangkan kalau itu betul-betul bisa terlaksana akan ada perubahan besar, cara mengajar, cara interaksi antara murid dan guru, sistemlah yang bekerja, dengan aplikasi sistem,” tegas Presiden.

Jokowi mengklaim terdapat banyak pihak yang kaget karena ia menunjuk Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. (NRY-harianindo.com)