Jakarta- Rahmat Sanusi melayangkan laporan terhadap Pendiri Grup Alexis, Alex Tirta ke Polda Metro Jaya perihal dugaan kasus pemalsuan sertifikat tanah pada Rabu (06/11).

Rahmat yang didampingi oleh kuasa hukumnya Arbab Paproeka mendaftarkan laporan terhadap Alex Tirta bersama seorang lain bernama Soenaryono, laporan tersebut diterima dengan nomor LP/7162/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

“Alex diduga terlibat dalam pemalsuan surat dan diduga memberikan pernyataan tidak benar dalam akte otentik sehingga terbit sertifikat itu,” ungkap Arbab kepada wartawan.

Arbab pun membeberkan kronologi dugaan Rahmat berawal dari tanah milik almarhum ayahnya, Soekandi bin Bale yang seharusnya menjadi warisan untuk dirinya.

Tanah yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Sunter Jaya, Jakarta Utara itu pada 17 Juli 1961 dibeli oleh Soekandi.

Namun, pada tahun 1998 pasca berpulangnya Soekandi tanah tersebut justru berada ditangan seseorang bernama Mohammad Ichwan dan Taufik Ramdani.

Menurut Arbab, Soekandi adalah sopir dari mantan Wakil Presiden RI ke-3 yakni (alm.) Adam Malik.

Rahmat pun menggunakan jalur hijau untuk mendapatkan kembali hak tanah tersebut. Ia mengajukan gugatan perdata terhadap Mohammad Ichwan, Taufik Ramdani, Nawawi Suryadi, Chufran Hamal dan Zawir Simon.

Ia pun melayangkan gugatan terhadap kepala Kantor Pertahanan Jakarta Utara, camat Tanjung Priok dan kepala kelurahan Sunter yang menduduki jabatan waktu itu.

Gugatan itu diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. PN Jakarta Utara pun menolak Banding yang diajukan oleh Mohammad Ichwan dan Kantor Pertahanan Jakarta Utara.

Walaupun sudah mengantongi kemenangan di jalur hukum, namun penindakan terhadap putusan tersebut tak kunjung dilaksanakan lantaran diduga terdapat tiga perkara bantahan dan perkara perlawanan terhadap putusan itu.

Mereka mengajukan perkara bantahan terkait sah atau tidak sahnya eksekusi yang akan dilakukan.

Tim kuasa hukum Rahmat mensinyalir bahwa upaya tersebut yang menjadi penyebab penundaan terhadap proses eksekusi putusan perdata yang sudah dimenangkan Rahmat.

Dalam tersebut diduga terdapat keterlibatan dari Alex Tirta yang memberikan perintah terhadap nama-nama tersebut untuk melayangkan perkara bantahan dan perkara perlawanan.

Menindaklanjuti putusan pengadilan, justru saat ini akta tanah tersebut berpindah nama menjadi Samina Salim. Alex Tirta pun dicurigai oleh pihak Salim menjadi dalang dibalik pengalihan nama tersebut.

Hal tersebut dapat dibuktikan lantaran Alex Tirta pun melayangkan gugatan ke Peradilan Tata Usaha Negara untuk melakukan penertiban terhadap akte tanah tersebut yang ia klaim diperoleh dari Samina Salim.

PTUN pun mengabulkan gugatan tersebut yang kemudian mengeluarkan perintah terhadap Badan Pertahanan Jakarta Utara untuk melakukan penertiban sertifikat tanah atas nama Alex Tirta. Arbab mengklaim bahwa sertifikat tersebut keluar atas nama Soenaryono.

Berdasarkan dugaan tersebut, Rahmat pun melayangkan gugatan terhadap Alex dengan menggunakan pasal 263 KUHP atau pasal 266 KUHP. (Hr-harianindo.com)