Jakarta – Istri Penyidik KPK Novel Baswedan, Rina Emilda mengungkapkan bahwa drinya dan keluarganya merespon dengan santai terkait tudingan di media sosial bahwa insiden penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan adalah rekayasa belaka.

“Orang mau ngomong apa, terserah. Enggak terganggu. Malah santai. Itu yang jadi ladang pahala. Positifnya diambil,” ungkap Rina Rabu 6 November 2019.

Rina menuturkan bahwa suaminya juga santai dalam menanggapi tudingan tersebut. Keluarga juga menilai bahwa tudingan tersebut juga termasuk risiko yang harus ditanggung.

“Kata bang Novel, udah biarin orang mau ngomong apa. Kalau berbuat baik pasti banyak yang enggak suka,” ujarnya.

Rina menjelaskan bahwa dirinya sudah membaca beberapa tudingan yang dilontarkan warganet. Justru Novel dan Rina yang menunjukan sikap santai tersebut guna menenangkan kekhawatiran keluarga mereka.

“Saya baca. Mereka menyayangkan berita kayak gitu. Saya dan bang Novel yang nenangin. Malah mereka bilang, gila nih ada berita kayak gitu, biarin aja,” tutur Rina.

Baru-baru ini ramai di media sosial yang membicarakan tudingan terhadap insiden penyiraman air keras terhadap Novel. Drone Emprit membaca ada beberapa akun mengeluarkan sentimen negatif terhadap Novel. Seperti, @Eko_Kunthadi, @03_Nakula, dan @Ary_Prasetyo. Peneliti dan analis Drone Emprit Hari Ambari, mengungkapkan bahwa sentimen negatif tersebut paling banyak disebarkan ulang di Twitter.

Puncak dari serangan terhadap Novel berawal dari akun @AdellaWibawa dan @Triwulan menuding bahwa insiden penyiraman tersebut rekayasa belaka. “Mata Novel Baswedan saat baru ditayangin di NET TV 18 april 2017..!?dia kaget dg tiba2 kemunculan wartawan NET, liat matanya dan pipi mulus pdhl baru kasus penyiraman,” tulis si empunya akun itu pada 4 November 2019. (Hr-harianindo.com)