Jakarta – Habib Novel Bamukmin, selaku Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 melayangkan pendapat terkait kabar mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal menjadi salah satu direksi BUMN.

Terkait hal itu, Novel beranggapan bahwa hal tersebut tak tepat, karena mengingat status Ahok merupakan bekas narapidana.

“Waduh residivis jadi direksi di BUMN bingung saya benar-benar musibah buat bangsa ini seperti putra putri bangsa Indonesia tidak ada lagi yang baik,” ujar Novel.

Novel memperkirakan ditunjuknya Ahok jadi direksi BUMN sebagai balas budi dari Presiden Joko Widodo.

“Saya duga suatu balas budi kepada Ahok, namun jasa apa ya Ahok sampai dapat jabatan objek vital milik pemerintah. Padahal Ahok minim prestasi,” tambah Novel.

Selain itu, Ahok juga diduga banyak terlibat kasus korupsi sehingga tak sepantasnya ditunjuk menjadi direksi BUMN.

“Ahok berpribadi tempramental serta minim sopan santun, bisa-bisa jadi gaduh dan mengganggu etos kerja sehingga bisa mengganggu investor masuk,” tandas Novel. (NRY-harianindo.com)