Gaza – Operasi khusus yang dilakukan oleh militer Israel menewaskan Baha Abu Al-Ata, komandan organisasi Jihad Islam di Palestina. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (12/11/2019) lalu di Jalur Gaza juga turut menewaskan istri Al-Ata. Baik Militer Israel maupun organisasi Jihad Islam di Palestina mengonfirmasi kabar tersebut.

Berdasarkan keterangan dari Pasukan Pertahanan Israel, Baha Abu Al-Ata beserta organisasinya bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror yang menarget warga sipil maupun militer Israel. Disebutkan pula bahwa Al-Ata merupakan aktor di balik serangan roket di Sderot, Israel, pada 2019.

Menurut juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Jonathan Conricus, operasi tersebut merupakan langkah tunggal agar Israel terhindar dari “ancaman langsung” dari Jihad Islam. Operasi tersebut juga mendapat lampu hijau dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Meski bermarkas di Jalur Gaza, namun organisasi Jihad Islam seringkali melakukan aksi serangan terhadap Israel tanpa persetujuan dari Hamas maupun Iran.

Berdasarkan keterangan dari Jihad Islam, disebutkan bahwa dalam serangan yang dilakukan oleh Israel dengan pesawat tempur tersebut juga turut menewaskan seorang wanita dan dua orang mengalami luka-luka yang notabene merupakan istri dan anak Abu Al-Ata.

Lebih lanjut, Jihad Islam mengutuk serangan tersebut dengan mengatakan bahwa “Israel telah melanggar semua batas”. Selain itu, kelompok tersebut juga mengatakan bahwa gugurnya Abu Al-Ata merupakan sebuah “tindakan heroik”.

Setelah kematian Al-Ata, para milisi di Palestina memutuskan untuk menyerang Israel dengan menembakkan 50 roket. Serangan tersebut menyebabkan sirene di Tel Aviv berbunyi terus-menerus. Sistem pertahanan Iron Dome milik Israel berhasil melumpuhkan 20 roket. (Elhas-harianindo.com)