Jakarta – Mustafa Kamal, selaku Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sosial (PKS) memberi peluang partainya untuk mengajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

Terkait hal itu, Mustafa menyatakan bahwa PKS lebih memprioritaskan kader menjadi calon presiden. Namun partai tak menutup kemungkinan mengusung tokoh nonkader.

“Kami tidak menutup kemungkinan mengambil tokoh-tokoh yang sudah muncul sekarang ini, yang juga dekat dengan PKS. Jadi bukan orang baru dan tak dikenal. Jadi tokoh yang sudah bekerja sama dengan PKS dari berbagai momentum politik,” kata Mustafa kepada wartawan di sela-sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

“Selain Pak Anies tentu banyak lagi yang lain. Kami punya kepala-kepala daerah, itu sesuatu aset bangsa,” lanjut Mustafa saat diminta konfirmasi mendetail oleh awak media.

Mustafa mengatakan bahwa PKS kemungkinan tak akan membuat konvensi untuk menentukan capres. Mereka akan mengedepankan metode musyawarah di internal.

Di sisi lain, PKS hendak berkonsultasi dengan tokoh masyarakat dan partai lain sebelum memutuskan arah dukungan lima tahun mendatang.

“Sistem konvensi sesuatu yang baik, tetapi intinya kami akan bermusyawarah untuk mencari pemimpin di negeri ini,” ucap dia.

Mustafa menyatakan bahwa pihaknya akan mulai menjalin komunikasi untuk persiapan Pilpres 2024 mulai minggu depan. (NRY-harianindo.com)