Jakarta – Salah satu suara kritik yang menolak wacana penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok adalah kasus RS Sumber Waras yang hingga kini masih belum jelas penyelesaiannya.

Kelanjutan kasus korupsi pembangunan RS Sumber Waras sebenarnya sudah sempat ditanyakan pada 2017 silam. Kala itu, Bambang Soesatyo yang masih menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI menanyakan kelanjutan KPK dalam mengusut kasus tersebut.

“Kasus Sumber Waras, nah ini gimana? Proses jalan atau masuk laci?” ujar Bambang dalam rapat dengar pendapat (RDP) lanjutan dengan KPK di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/09/2017) silam.

Baca Juga: Muncul Lagi Video Pernyataan Ma’ruf Amin Soal Ahok Sumber Konflik

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya pada saat itu tengah menyelidiki kasus lantaran bukti yang masih belum cukup untuk menentukan pihak-pihak yang terlibat.

“Itu sudah sampai tahap penyelidikan untuk perkara Sumber Waras,” ujar Alexander.

Meski telah meneliti hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan sejumlah bukti lainnya, namun KPK kemudian menyatakan bahwa bukti yang mereka dapatkan masih belum lengkap.

“Makanya kami memutuskan untuk didalami lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam laporan BPK DKI pada saat itu, ditemukan angka kerugian negara sebesar Rp 191 miliar dari pembelian lahan Sumber Waras. Angka tersebut berubah menjadi Rp 173 miliar setelah dilakukan audit investigasi oleh BPK. (Elhas-harianindo.com)