Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menegaskan bahwa partainya memilih untuk konsisten menjadi oposisi di luar pemerintahan Presiden Joko Widodo. Yang ia ungkapkan tersebut merupakan hasil dari Musyawarah Majelis Syuro PKS ke-8 yang diselenggarakan pada Selasa (12/11/2019) lalu.

“Majelis Syuro mengesahkan keputusan Badan Pekerja Majelis Syuro. Jadi jelas bagi kita semua, maka PKS akan tetap berada di luar pemerintahan Pak Jokowi selama lima tahun ke depan,” kata Sohibul dalam Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Terdapat tiga alasan yang mendasari keputusan PKS tersebut. Pertama, Sohibul memandang aneh ketika negara demokrasi tak memiliki partai di luar koalisi pemerintah. Hal tersebut dianggapnya akan melemahkan sistem checks and balances.

Alasan berikutnya adalah PKS ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa di dalam negara demokrasi, kekuasaan akan selalu digilir melalui pemilu.

“Sportivitas, gentlement, harus tumbuh. Kita persilakan kepada pemenang menjalankan pemerintahan,” tuturnya.

Selain itu, Sohibul mengatakan bahwa PKS memperhatikan suara rakyat. Ia mengungkapkan hasil survei yang menyebutkan 72 persen orang Indonesia menginginkan agar PKS tetap menjadi oposisi.

Meski demikian, Sohibul tetap memandang peran oposisi saat ini dengan optimis. Ia mengatakan bahwa target PKS pada Pemilu 2024 adalah menjadi pemenang.

“Kita bekerja lagi lima tahun ke depan. Pada saatnya insyaallah kita akan diberikan kemenangan,” ujar Sohibul. (Elhas-harianindo.com)