Hong Kong – Dua wisatawan asal Selandia baru mengalami nasib yang apes. Mereka ditahan di Hong Kong hanya gara-gara didapati membawa senapan ikan yang mereka gunakan untuk menangkap ikan di bawah air.

Tom dan Ben mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi lantaran saran dari petugas maskapai Cathay Pacific yang mengklaim bahwa speargun mereka akan aman saat dibawa untuk check in masuk di dalam pesawat. Namun, saat mereka sampai di Hong Kong ternyata mereka ditahan.

Dihimpun dari beberapa sumber, Kamis (14/11/2019), mulanya Tom dan Ben berencana untuk menghabiskan waktu liburan di Kroasia. Mereka pun membawa speargun kesayangan, lantaran mereka hobi untuk menangkap ikan dengan alat tersebut.

Saat perjalanan pulang, mereka sudah berencana untuk mengirimkan speargun-nya via paket lantaran khawatir nantinya akan timbul masalah. Tapi oleh saran dari petugas Cathay Pacific, senapan tombak ikan tersebut bisa dibawah dengan check in ‘special baggage’.

Tom dan Ben pun melakukan sesuai saran petugas tersebut lantaran terlihat paham betul. Lagian, Tom dan Ben akan singgah di Hong Kong selama dua hari setelah liburan mereka.

Namun sesampainya di Hong Kong dan akan melakukan check in, Tom menuturkan bahwa isi tasnya adalah senapan ikan, petugas check in langsung bertanya dengan kaget: “Speargun? Kalian membawa speargun?”

Selang beberapa waktu, Kepolisian Hong Kong pun menggelandang mereka berdua ke ruang introgasi. Di sana, mereka memperoleh keterangan bahwa alat tersebut tidak boleh dibawa dan harus ditahan untuk menjalani persidangan.

“Mereka bilang, ‘Ini bisa memakan waktu berminggu-minggu dan sampai kami siap membawa kasus ini ke persidangan, kalian akan tetap ditahan di Hong Kong’,” ungkap Tom menirukan ucapan petugas.

Lantaran sudah merasa menyerah dan ingin segera pulang, Tom dan Ben menyatakan diri bersalah lantaran sudah membawa senjata berbahaya. Itu berarti Tom dan Ben diwajibkan untuk membayar denda sebesar HK$6.000 (setara Rp 10,7 juta) dan sebuah catatan kriminal. (Hr-harianindo.com)