Jakarta – Pasca Sandiaga Uno maju mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga saat ini masih kosong.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) Samuel F. Silaen merasa kecewa dengan adanya keterlembatan dalam pengisian jabatan Wakil Gubernur DKI pasca ditinggalkan oleh Sandiaga Uno.

“Apalagi lambatnya proses itu bukan karena alotnya perdebatan mengenai kapasitas dan kualitas calon pengganti Sandiago itu,” ujar Silaen dalam keterangan persnya, Sabtu (16/11).

Menurut Silaen, polemik nama Wakil Gubernur Anies Baswedan mencuat lagi ketika Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik memberikan empat nama baru untuk menduduki kursi menjadi DKI 2. Mereka adalah Arnes Lukman, Ferry Juliantono, A Riza Patria, dan Saefullah (Sekda DKI Jakarta).

Dari empat nama yang disodorkan untuk menduduki kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, ada nama Ahmad Riza Patria yaitu seorang aktivis yang sudah tidak asing lagi namanya di Batavia. “Beliau punya jam terbang, kompeten dan mumpuni untuk mengurusi kampung Jakarta,” tuturnya.

Silaen menyatakan bahwa saat ini waktunya Ahmad Ariza Patria yang biasa dipanggil Ariza, yang sudah terkenal dan malang melintah di tanah Betawi ini tepat untuk mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Gubernur Anies Baswedan. (Hr-harianindo.com)