Jakarta – Politisi PDIP Kapitra Ampera merasa bahwa ujaran dari Mahfud MD bernada menyindir karena menyebut Habib Rizieq Shihab tak bisa pulang karena tidak memiliki uang. Kapitra mengatakan bahwa yang menghalangi kepulangan Habib Rizieq adalah adanya pencegahan dari pemerintah Arab Saudi dengan alasan keamanan.

“Ini bukan masalah duit. Terlalu rendah Mahfud menilai ulama itu, menilai manusia. Ini bukan masalah duit. Ini masalah bangsa, ada warga negara tersandera kok gimana. Jadi harus jernih dong melihatnya,” kata Kapitra pada Sabtu (16/11/2019).

Baca Juga: Polemik Habib Rizieq, Kapitra : “Kok Negara Nggak Hadir”

Mantan kuasa hukum Habib Rizieq itu mengatakan bahwa delik overstay yang didapat Imam Besar FPI tersebut terasa tidak adil. Kapitra beralasan bahwa delik tersebut bisa diberikan apabila memang ada kesengajaan pengunjung untuk tidak ingin pulang hingga melampaui batas waktu kunjungan.

“Dia (Habib Rizieq, red) sebelum batas izin habis, dia ingin pulang enggak boleh. Jadi enggak adil kalau dia dikenakan delik¬†overstay. Itu kan bukan keinginan dia, keinginan pemerintah Saudi Arabia yang menghambat dia balik ke negaranya,” ujar Kapitra.

Oleh sebab itu, Kapitra mengatakan bahwa justru pada saat inilah negara hadir untuk mencari tahu permasalahan yang dialami oleh Habib Rizieq. Apabila memang benar soal keamanan, negara harus mampu memberi penjelasan.

“Negara ini harus hadir, apakah instrumen negara itu bentuknya menteri luar negeri, apakah bentuknya konjen atau duta besar, itu instrumen negara. Tetapi negara hadir tidak di saat rakyatnya, tanda kutip terzalimi atau tersandera. Itu pelanggaran hak asasi besar itu,” tegas Kapitra.

Dalam kesempatan sebelumnya, Mahfud MD sempat mengatakan bahwa dirinya siap memberikan bantuan agar Habib Rizieq bisa pulang. Mahfud akan membantu apabila Habib Rizieq memiliki masalah keuangan.

“Kan dia nantang, kalau cuma uang dia punya kan. Dia ndak perlu uang. Kalau perlu uang, saya pribadi bantu kalau cuma Rp 110 juta,” kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Terkait pencekalan yang dialami oleh Habib Rizieq, Mahfud MD mengatakan bahwa sebaiknya masalah tersebut diurus sendiri oleh Habib Rizieq ke pemerintah Arab Saudi. Pemerintah, kata Mahfud, tidak berencana berkomunikasi dengan Arab Saudi terkait hal tersebut kecuali jika ada permintaan resmi dari pemerintah.

“Enggak. Itu urusan dia dengan pemerintah Arab Saudi. Kan kami tidak tahu. Kami tidak tahu masalahnya, mau ngurus apa. Kalau mau minta bantuan pemerintah kasihkan suratnya ke saya. Jangan yang surat di bandara itu,” kata mantan Ketua MK itu. (Elhas-harianindo.com)