Jakarta – Sejumlah warga Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Blok K 1, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, memilih untuk bertahan meski tempat tinggal dan usaha mereka dirobohkan. Pada Senin (18/11/2019) siang tadi, masih terlihat tiga ekskavator yang masih meratakan bangunan.

Sulastri (53) adalah salah satu warga yang memilih untuk bertahan. Ia mendirikan gubuk tripleks untuk tempat dirinya tinggal sementara bersama lima anggota keluarganya yang lain setelah rumah dan warungnya digusur.

“Belum ada (pemberitahuan sebelum digusur), harusnya diberi pemberitahuan dulu lah. Walaupun nggak tertulis lisan lah paling enggak malamnya, kita lagi jualan tiba-tiba udah penggusuran gitu,” kata Sulastri.

Baca Juga: Pengamat Pertanyakan Janji Kampanye Anies Tak Menggusur Warga

Ahmad Dahri (60) adalah warga Sunter Agung lain yang juga memilih untuk tetap bertahan. Tak hanya itu, Dahri juga memasang spanduk berisikan kalimat protes terhadap penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

“KAMI JUGA MANUSIA BUTUH AYOMAN PEMERINTAH!
BUKAN UNTUK DISINGKIRKAN DARI TEMPAT TINGGAL KAMI!
FORUM WARGA SUNTER AGUNG PERKASA
“MAJU KOTANYA BAHAGIA WARGANYA???””
bunyi spanduk itu.

Berdasarkan penuturan Dahri, dirinya sudah menetap di Sunter Agung sejak 1980an. Hingga kini, ia memilih untuk bertahan karena ia tak tahu lagi akan tinggal di mana setelah rumahnya digusur.

“Ya di sini saja sama keluarga, digusur di sini ya pindah ke depan gitu aja kalau nggak ada kebijakan dari pemerintah,” kata Dahri. (Elhas-harianindo.com)