Jakarta – Muhammad Mualimin, selaku Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan Institue) menuduh Maruf Amin memanfaatkan jabatan wakil presiden guna memperbesar organisasinya, Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Seperti diketahui bahwa, sampai kini Maruf Amin belum mau turun dari Ketua Umum MUI setelah jadi wapres.

Terkait hal itu, Mualimin menyatakan bahwa sarat kepentingan politik itu justru lebih tampak ketika melihat kedudukan MUI yang bukan lembaga negara melainkan hanya lembaga swasta.

“Selain mengancam perbedaan tafsir dalam agama, sertifikasi dai juga membatasi kebebasan berpendapat. Sejak kapan MUI punya otoritas menilai pendakwah paham Islam atau tidak?” kata Mualimin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11/2019).

“MUI kan organisasi swasta. Murid tidak berhak mengisi rapot murid. Jangan mentang-mentang ketua umumnya jadi wapres, MUI seolah berperan seperti badan negara,” sambungnya.

Selain itu, Mualimin paham bahwa saat ini pemerintah tengah khawatir akan maraknya penceramah radikal dan juga menebar kebencian. (NRY-harianindo.com)