Jakarta – Kapitra Ampera, selaku Politisi PDI Perjuangan menilai bahwa Tito hanya becanda terkait PA 212 hambat stabilitas. Diketahui sebelumnya, Tito Karnavian, selaku Menteri Dalam Negeri sempat menyinggung kelompok 212 saat berbicara tentang stabilitas politik dan pembangunan pasca-pilpres.

“Saya pikir itu candaan Pak Tito. Sekaligus pengakuan pemerintah atau negara terkait eksistensi 212,” tuturnya.

Kapitra menyatakan bahwa eksistensi kelompok 212 dinilai sebagai pressure group, artinya penyeimbang kehidupan demokrasi. Kapitra mengungkap bahwa sebenarnya, keberadaan kelompok 212 tidak pernah melakukan perusakan terhadap demokrasi negara. Selain itu, Kapitra menilai ucapan Tito merupakan candaan semata. (Kompas TV)

Baca Juga : Petisi Minta Anies Bubarkan PA 212 Sudah Ditandatangani Ribuan Orang

Fadli Zon, selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra mengatakan bahwa acara untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sengaja digelar bersamaan dengan aksi Reuni Akbar 212.

“Saya hanya mendengar saja bahwa itu kegiatan Maulid agung ya, atau dalam rangka memperingati kelahiran Nabi besar Muhammad SAW,” ujar Fadli di Gedung DPR RI, Selasa (26/11/2019).

Fadli menyatakan bahwa kegiatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut memang sengaja digelar pada 02/12/2019. (NRY-harianindo.com)