Jakarta – Panitia Maulid Akbar dan Reuni Mujahid 212 mengklaim bahwa orang yang akan hadir di reuni akbar 212 sejumlah satu juta orang.

Selain itu, panitia mengatakan telah mengantongi izin dari Polda Metro Jaya untuk melaksanakan acara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Senin 2 Desember.

“Untuk perizinan dari Polda Metro Jaya sudah, surat rekomendasinya sudah kita terima dan sudah sampai kepada Mabes Polri,” kata Ketua PA 212 Slamet Ma’arif di Gedung DDII, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Di sisi lain, Slamet mengungkap terkait perizinan sudah tidak ada masalah. Ia juga mengaku sudah melakukan rapat koordinasi dengan Mabes Polri terkait acara ini. Slamet mengungkap bahwa pihaknya juga telah membentuk panitia agar acara berjalan lancar.

“Jadi Insyaallah segala perizinan sudah kita pegang, terselesaikan dan Insyaallah aman, terkendali, dan bersih,” tuturnya.

Slamet. selaku juru bicara FPI tersebut menargetkan Reuni Mujahid 212 akan dihadiri sekitar 1 juta orang. Slamet mengklaim jumlah tersebut bisa bertambah, seperti pelaksanaan Reuni Mujahid 212 tahun lalu, yang diklaim mencapai 13,4 juta orang.

“Tapi kita sampai saat ini masih kurang lebih 1 juta akan berkumpul, bisa kurangnya 100 orang lebihnya 10 juta orang,” ujarnya.

Awiet Masyhuri, selaky Ketua Panitia Reuni Mujahid 212 menyatakan bahwa acara tersebut juga dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Awiet pun membahas pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden pertama RI Sukarno. (NRY-harianindo.com)