Jakarta –
Pemerintah berencana meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di dalam negeri, khususnya sepeda motor. Rencananya program subsidi konversi sepeda motor listrik akan kembali digelar.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini konversi bahan bakar mesin sepeda motor ke listrik semakin murah, sekitar Rp 5-6 juta. Meski demikian, menurutnya pemerintah akan tetap hadir untuk mengurangi beban masyarakat dalam melakukan konversi.
“Sekarang sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, mungkin sekitar Rp5-6 juta, jadi di sini semakin murah. Dan akan dilakukan upaya agar pemerintah bisa bersama-sama mengurangi beban mereka dalam konversi,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
|
Baca juga: Prabowo Tunjuk Bahlil Pimpin Satgas Transisi Energi
|
Saat ditanya apakah akan berbentuk subsidi konversi listrik seperti yang sudah ada sebelumnya, Bahlil mengatakan ada potensi seperti itu. Namun bentuk pastinya masih terus dikaji oleh pemerintah, terutama oleh gugus tugas khusus transisi energi pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru dibentuk.
Kira-kira begitu, tapi nanti kita cari rumusannya yang bagus. Satgasnya baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Nah setelah ini kita akan laksanakan kerja Satgas agar rencananya lebih tepat lagi, kata Bahlil.
Pada tahun 2023, tepatnya di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), pemerintah memberikan subsidi konversi sepeda motor listrik senilai Rp7 juta per sepeda motor. Targetnya saat itu ada 50 ribu sepeda motor yang ingin dialihfungsikan, namun ternyata pengguna program tersebut tidak banyak, tak sampai 10 ribu unit.
(hal/ara)

